SelebNews.id – Jakarta – Atas nama cinta dan perlunya pasangan hidup di masa tua, sepasang kekasih tidak perlu menunggu waktu lama untuk sepakat melangkah ke pelaminan. Dengan pancaran wajah penuh sukacita dibalut rona asmara membuncah, pasangan kekasih berikrar di hadapan penghulu dan dua saksi, untuk sama-sama membangun rumah tangga yang sakinah, mawardah dan warohmah.

“Sah…ya Sah….syukur alhamdulillaah. Mulai saat ini saudara Irawan dan Nurlaela resmi sebagai pasangan suami istri dalam ikatan pernikahan negara,” tegas Penghulu Ahmad Baihaqi di Kantor KUA Pamulang, Tangerang Selatan, Banten, Jumat (9/2).

Sebelum menutup prosesi pernikahan, Ahmad Baihaqi yang sejatinya Kepala KUA Pamulang, lebih dulu menyampaikan khutbah atau nasihat pernikahan untuk kedua mempelai. Khutbah ini sebagai pembekalan bagi kedua mempelai, juga pengingat tentang pentingnya menjaga keutuhan dalam pernikahan.

Di depan Penghulu, Irawan dan Nurlaela yang tampil selaras dengan balutan baju pengantin berwarna putih, mempelai pria elegan berwibawa, bersanding dengan wanita anggun memesona. Sesekali Nurlaela tersenyum simpul mendengar isi khutbah yang sedikit menggoda.

Nurlaela yang sehari-hari bekerja sebagai Marketing Eksekutif untuk perumahan dan apartemen, mengaku rela dipersunting pria pujaannya, Irawan, dan siap sama-sama berjuang untuk meraih kehidupan lebih baik di masa depan. Wanita yang akrab disapa Ella ini juga akan menjaga serta mendidik dua putri Irawan dari istri terdahulu, dan sebaliknya Irawan akan mencurahkan kasih sayang kepada putra Nurlaela dari suami pertamanya yang sudah diceraikan.

Prosesi pernikahan kedua insan ini terbilang sangat sederhana. Jauh dari gemerlap pesta dan keriuhan ribuan tamu undangan, Irawan mempersunting Nurlaela dengan mahar cincin emas seberat 8 gram, yang disaksikan dua putrinya, Anindya dan Oliv.

Berlangsung di satu ruangan tidak luas dan hanya dihiasi buku-buku dalam lemari, rona bahagia lebih terpancar dari wajah sejoli ini. Dari KUA Pamulang, Irawan dan Nurlaela dan rombongan kecil berangkat ke Ponpes Yatim Baiturrahman di Bekasi Timur, Jawa Barat, untuk syukuran bersama puluhan anak yatim.

Pancaran kebahagiaan lebih terlihat dari penganten karena mereka berhasil menahan emosi dan ego ntuk tidak menghamburkang uang, hanya demi sebuah pesta dan gengsi. Mereka lebih memilih kumpul bersama anak-anak yatim di sebuah pondok pesantren kecil. Irawan dan Nurlaela yang 7 bulan mengenal satu sama lainnya, lebih ikhlas uang itu dinikmati penuh cita dan sarat doa oleh anak-anak yatim di Ponpes Baiturrahman.

“Ya betul kami sengaja meminta pihak Ponpes Yatim Baiturrahman untuk dapat menerima kami, yang ingin berbagi kebahagiaan dengan adek-adek yatim di pondok ini. Tidak besar bagi takaran orang lain di luar sana, tapi kami merasakan dan melihat langsung kebahagiaan mereka. Begitu juga kami sangat sejuk dan optimis menghadapi masa depan setelah mendapat doa tulus adek-adek yatim dan kiai ustadz pengurus ponpes,” aku Irawan dengan nada suara terbata.

Sikap dan langkah pernikahan Irawan dan Nurlaela patut menjadi tauladan bagi insan lain yang akan memasuki pernikahan. Tidak sedikit pasangan kekasih yang menunda pernikahan, karena alasan belum cukup dana untuk pesta. Mereka malu dan demi sebuah gengsi, menunda pernikahan. Padahal, di balik itu. dilihat dari sisi agama Islam, sejatinya mereka justru sedang merawat perzinahan.

Irawan dan Nurlaela bisa jadi hanya kisah yang terungkap, karena bukan tidak mungkin di tempat lain banyak yang sudah melakukan itu. Selain hubungan kisah kasih sudah sah di mata hukum, mereka juga menjalani rumah tangga dengan topangan doa tulus para yatim.

Hidup menua dengan pasangan hingga maut memisahkan adalah idaman semua orang. Namun, tak mudah mewujudkan impian itu. Komitmen harus dipegang, nyala cinta juga harus senantiasa dijaga. Kebutuhan masing-masing individu untuk berkembang pun perlu diperhatikan.(*)