SelebNews.id  | Jakarta – Ambil hikmah di balik sebuah kejadian yang menimpa kehidupan kita. Itulah yang dirasakan artis senior, Venna Melinda, yang belum lama ini mengalami kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dari suami Ferry Irawan hingga berujung pada sidang perceraian di Pengadilan Agama. Venna kini mendapat keyakinan bahwa KDRT bukan aib bagi perempuan. KDRT harus diungkap untuk sebuah kebenaran dan keadilan.

Keyakinan itu muncul dalam hati Venna setelah merasakan sikap dan perhatian masyarakat pasca-kasus KDRT yang dialaminya ramai diberitakan. Diakui kini  perempuan dan ibu-ibu yang kebetulan bertemu di luaran, memberi perhatian dan bahkan suport pada dirinya. Padahal, sebelum peristiwa itu, ibu 3 anak, yaitu Verrell Bramasta, Athalla Naufal, dan Vania Athabina, sudah merasa tak lagi dikenal masyarakat luas setelah lama vakum dari dunia keartisan.

“Sekarang ibu-ibu terutama pada doain aku supaya aku kuat dan ada yang bilang salut. Akhirnya punya pemikiran KDRT itu bukan aib untuk kita perempuan demi satu kebenaran. Karena yang tahu (KDRT) kan kita sendiri. Meskipun itu ranah privasi, tapi bukan berarti itu aib,” jelas Venna penuh yakin saat ditemui media di kediamannya di kawasan Puri Paso, Jakarta Selatan, Rabu (26/4).

Di sisi lain, Venna lebih lega juga setelah memberikan klarifikasi saat jadi saksi pelapor dalam persidangan. Saat itu Venna membeberkan fakta dan peristiwa sesungguhnya secara detail tentang KDRT yang dialaminya menyusul cerita versi lain dari pihak Ferry Irawan. Venna bersyukur pembelaan dirinya itu didukung dengan bukti-bukti, sehingga jadi satu kebenaran.

“Ini bisa jadi sosialisasi buat yang lain kalo proses hukumnya tuh seperti ini, jadi jangan fokus playing victim bumbu-bumbunya (yang justru) itu bikin orang-orang di luar sana gak percaya. Jadi masyarakat bisa belajar jangan gosipnya, bumbu-bumbu KDRTnya,” kata Venna.

Kini dengan dukungan keluarga juga sahabat-sahabat kalangan artis, Venna lebih fokus menjaga kesehatan, dan tidak larut dalam kesedihan meratapi peristiwa yang dialami. Venna meyakini itu semua sudah merupakan perjalanan hidup dirinya dari Sang Pencipta.

“Aku harus sehat, aku harus optimis, gak mau nangis terus. Kalau aku depresi, vergile kan kasihan Vania dan gak jadi contoh yang baik. Kalo kita sudah berani melaporkan, kita harus tegar, jangan karena di-playing victim kita pingsan, depresi,” aku mantan Anggota DPR dari Fraksi Demokrat menguatkan hati.

Untuk lebih menerima kenyataan, Venna mengaku dirinya lebih mendekatkan diri kepada Sang Khaliq, Allah SWT. Artis senior yang masih terlihat seksi ini pun tak khawatirkan soal vonis yang akan dijatuhkan oleh hakim persidangan nanti.

“Terkait kasus ini, vonisnya apa aku udah gak mau pikirin karena aku yakin hakim pun punya hati nurani, jaksa penuntut umum punya pemikiran independen sendiri. Begitu pun hakim baik kasus cerainya nanti. Semua (memohon) pertolongan Allah, tuntunan Allah (untuk) menjalani ini semua. Aku melatih diriku untuk sabar, dan itu (diakui) gak mudah,” aku Venna.

Venna juga menegaskan bahwa kasus KDRT yang diungkapnya ini, tidak terkait sama sekali dengan pencalonan dirinya ke legislatif DPR. Pelaporan KDRT murni untuk kebenaran, bukan mencari simpati dan empati masyarakat.

“Media harus menyeimbangkan, jangan tahunya kasus KDRT karena saya mau nyaleg makanya mengorbankan orang. Itu terlalu kecil nilainya, valuenya untuk masyarakat. Kasus ini gak ada hubungannya dengan saya mau nyaleg,” tegas Venna.

Di akhir perbincangan, Venna yang mengaku sudah menjalani konseling untuk mengatasi trauma, kembali menegaskan bahwa KDRT bukan sebuah aib bagi kaum hawa. Perempuan di Indonesia tidak perlu takut dan malu melaporkan tindak KDRT.

“Jadi wanita Indo gak takut kalo kita melaporkan itu ada psy war, ada fitnah. Yakinlah dengan kita dekat sama Allah, pertolongan akan ada saat di-psy war. Wanita harus bisa memperjuangkan ini secara baik dan benar,” pungkas Venna.(Dens)