Andi Parenrengi, Mantan Camat Biringkanaya

SelebNews.id I Makassar – Perjumpaan di tahun 1987 dengan Kataru, anak Almarhum Tjoddo, itu hingga kini masih membekas amat kuat di ingatan Andi Parenrengi. Berlangsung di kantor Kelurahan Sudiang, Makassar, Sulawesi Selatan, Andi kala itu menjabat sebagai Sekretaris Camat Biringkanaya. “Saya masih ingat, Beliau waktu itu mengenakan songkok dan sarung,” kenang Andi, perihal pertemuannya dengan Kataru, yang juga paman Abd Jalali Dg. Nai, ahli waris tanah Tjoddo di Kilometer 18.

Baca Juga: Indogrosir Makassar Lakukan Tindak Pidana karena Beli Tanah Hasil Kawin Paksa Dua Surat yang Direkayasa Para Mafia

Surat Lurah Pai, Jabbar, yang jelas menyebut tanah di Kilometer 18 adalah milik Tjoddo

Baca Juga: Ahli Waris Tuntut POLISI, JAKSA dan KPK, Penjarakan Sindikat Mafia Perampas Paksa Tanah Tjoddo di Makassar

Pada pertemuan itu, Kataru meminta tolong Andi untuk membantunya mencocokkan Surat Rintjik Persil 6 D I Kohir 54 C I atas nama Tjoddo di Kilometer 18, dengan data tanah di Kelurahan Sudiang. Permintaan itu ditindak-lanjuti Andi sepekan kemudian, dengan datang khusus ke Kelurahan Sudiang. “Di sana, saya diberitahu Lurah, Waris Rachman, data tanah itu ada di buku C dan F yang dipegang petugas Kelurahan Sudiang, bernama Djamado,” kata Andi. Bersama Djamado pula, Andi kemudian membuka kedua buku itu. Hasilnya, menurut Andi, “Data di kedua buku itu cocok dengan data di Surat Rintjik yang diberikan Kataru ke saya. Tanah di Kilometer 18 itu, betul-betul hanya milik satu nama, yaitu Tjoddo.”

Bangunan Indogrosir, yang berdiri di tanah hasil rampas paksa milik Tjoddo

Baca Juga: Indogrosir Makassar Terbukti Beli Tanah dari Mafia Tanah

Buku C, yang dibuka Andi itu, adalah buku tua terbitan zaman Belanda, yang rinci menggambarkan lokasi tanah beserta nama pemiliknya di wilayah Kelurahan Sudiang. Sedangkan Buku F, yang usianya nyaris setua Buku C, adalah buku yang mencatat data perubahan kepemilikan tanah. “Nah, di Buku F ini, tidak ada data yang berubah dari tanah di Kilometer 18. Pemiliknya tetap orang yang sama, yakni Tjoddo, sama persis dengan data di Buku C,” tutur Andi.

Baca Juga: Indogrosir Makassar, Berdiri di Tanah dengan Dokumen yang Dinyatakan Palsu oleh Polisi dan Sertifikat Sudah Dibunuh BPN

Penglihatan Andi atas data tanah Tjoddo di Buku C dan F itu, juga sempat diungkapkannya dengan gamblang, saat dimintai keterangan sebagai saksi di Polrestabes Makassar dan Pengadilan Tata Usaha Makassar. Dalam kesaksiannya, bapak dua anak dan kakek tiga cucu ini mengaku kembali menegaskan, bahwa tanah di kilometer 18 itu adalah sah secara hukum sebagai milik Tjoddo. Dasarnya jelas. “Buku C dan F itu sangat kuat. Detail. Tidak mungkin salah,” tegas Andi.

Seiring pemekaran Kelurahan Sudiang pada 1992, tanah di Kilometer 18 pun berpindah lokasi hukum ke Kelurahan Pai. Perpindahan itu disertai pula dengan perpindahan dokumen, yang salah satunya adalah Buku C. Dan, Buku C ini pula yang pada 12 Agustus 2013, sempat kembali dibuka oleh Jabbar, Lurah Pai ketika itu, guna menindak-lanjuti permintaan Abd Jalali Dg. Nai, ahli waris Tjoddo, yang hendak membuat sertifikat atas tanah warisan almarhum kakeknya itu. Hasilnya, Jabbar pun menemukan fakta yang sama di Buku C itu, bahwa tanah di kilometer 18 memang tertulis atas nama Tjoddo.

Berdasarkan data itu, Jabbar kemudian membuat Surat Keterangan No. 593/03/KP/XI/2013, yang di dalamnya dtuliskan pernyataan: Yang bertanda tangan dibawah ini Lurah Pai Kecamatan Biringkanaya, menerangkan bahwa yang terdaftar berdasarkan buku C tahun 1955 yang ada pada kami atas nama Tjoddo Persil 6 D I Kohir 54 CI Blok 157 Lompo Pai.

“Jadi, kalau sekarang tanah itu jadi sasaran perampasan paksa banyak pihak, maka cara penyelesaiannya pun harus tetap mengacu kepada data tertulis di Buku C dan F,” tegas Andi. Kesimpulannya, karena data tertulis di dua buku itu tetap belum berubah, maka Tjoddo adalah pemilik sah tanah di Kilometer 18. Siapa pun pelaku perampasan paksa atas tanah itu, harus ditangkap dan dipenjarakan, termasuk yang bertanggung-jawab atas berdirinya bangunan Indogrosir di tanah itu saat ini. (Tapanz)