SUMUT – Rombongan Komite II DPD RI dipimpin oleh Yorrys Yaweyai melakukan kunjungan kerja disalah satu Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang pertama di Indonesia wilayah Kabupaten Simalungun Sumatera Utara pada hari senin 29/03/2021.

KEK atau Kawasan Ekonomi Khusus “Sei Mangkei” ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 2012 pada tanggal 27 Februari 2012 dan merupakan KEK pertama di Indonesia yang telah diresmikan beroperasi oleh Presiden Joko Widodo pada 27 Januari 2015. Sebagai industri pengolahan kelapa sawit, pengolahan karet, pariwisata dan logistik. KEK Sei Mangkei difokuskan untuk menjadi pusat pengembangan industri kelapa sawit dan karet hilir berskala besar dan berkualitas internasional.

Kedatangan Komite II DPD RI disambut oleh Sekda Provinsi, R. Sabrina menjelaskan kujungan Komite II DPD RI sesuai dengan agenda yaitu pelaksanaan tugas dan fungsi pengawasan atas Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi ke Provinsi Sumatera Utara.

Pengawasan pembangunan “Pipa transmisi dan distribusi gas Dumai – Sei Mangkei” yaitu Pembangkit Listrik Tenaga Biogas dengan kapasitas 2,5 Mega Watt. Yang merupakan salah satu lokasi kerja strategis program Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral tahun 2021.

Jarak antara Bandara Kualanamu menuju KEK Sei Mangkei kurang lebih 110 KM. Yorrys Yaweyai mempimpin rombongan Komite II DPD RI berkeliling di area Kawasan Ekonomi Khusus Sei Mangkei Kabupaten Simalungun Sumatera Utara.

Diskusi dibuka oleh Bupati Simalungun Bpk.Jopinus Ramli Saragih menyampaikan, “Baik Pemerintah termasuk masyarakat sangat membutuhkan percepatan pembangunan Sei Mangkei sehingga dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dan termasuk untuk meningkatkan pendapatan daerah ke depannya.” Dedi Dedi Ikandar Batubara selaku Anggota DPD Dapil Sumatera (Petahana) menyampaikan aspirasi masyarakat Sumatera Utara, “Kita berharap bahwa ini “pembangunan pipa transmisi dan distribusi gas Dumai – Sei Mangkei” bisa segera terwujud, kalau pembanguna dari Arun sampai dengan Belawan sudah terlaksanana, serta menyinggung perihal penyerapan tenaga kerja lokal di lokasi proyek strategis nasional KEK Sei Mangkei.

Wakil Ketua Komite II DPD RI, Abdullah Puteh 4 point yang dihadapi KEK Sei Mangkei saat ini. Pertama adalah situasi pandemi COVID-19, Kedua adalah harga tanah yang agak tinggi dan kurang terjangkau. Ketiga adalah high cost terkait dengan transportasi dan logistik, dan keempat adalah suasana yang ada sekarang ini, kalau bisa kita simpulkan, para investor luar yang akan masuk hari ini masih kurang minat.

Yorrys Yaweyai selaku pimpinan rombongan kunjungan kerja Komite II DPD RI, turut memberikan tanggapan terkait pentingnya dibangun Balai Latihan Kerja (BLK) untuk mempersiapkan tenaga kerja sedini mungkin agar dapat menjawab permasalahan kebutuhan tenaga kerja di KEK Sei Mangkei.

Dalam hal ini PT Unilever Oleochemical Indonesia mendapatkan suplai gas dengan harga $6/mmbtu (million british thermal units) sedangkan tenant lain mendapatkan harga lebih dari $10/mmbtu.
Direktur PT Kawasan Industri Nusantara, Wahyudi Syahrul Ramadhani, selaku pengelola KEK Sei Mangkei. “Untuk akselerasi investasi, dukungan dari pemerintah sangat dibutuhkan agar percepatan dalam dinamika investasi dapat terlaksana,” tuturnya. Dukungan pemerintah tersebut antara lain keseragaman harga gas di KEK Sei Mangkei. PT Unilever Oleochemical Indonesia mendapatkan suplai gas dengan harga $6/mmbtu (million british thermal units) sedangkan tenant lain mendapatkan harga lebih dari $10/mmbtu

Abdullah Puteh mantan gubernur Aceh menyampaikan harapannya terkait kondisi kelembagaan KEK Sei Mangkei agar dapat lebih solid antar lembaga dan tidak saling menunggu perintah atasan untuk mengembangkan potensi yang ada di KEK Sei Mangkei.

*Diskusi ini diikuti oleh Bupati Simalungun beserta jajaran, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Kementerian BUMN, BPH Migas, SKK Migas, PT Kawasan Industri Nusantara, PT Pertamina Hulu Energi MNK Sumatera Utara, PT Pertamina Power Indonesia, PTPN III (Persero), PT Pelindo I (Persero), dan para pemangku kepentingan lainnya.

*Tim Kunker Komite II DPD RI diketuai oleh Yorrys Raweyai (Papua), dan diikuti oleh Anggota Komite II DPD RI yaitu Abdullah Puteh (Aceh), Dedi Iskandar Batubara (Sumatera Utara), Stefanus B.A.N Liow (Sulawesi Utara), Namto Roba (Maluku Utara), Fahira Idris (DKI Jakarta), Emma Yohanna (Sumatera Barat), Andri Prayoga Putra Singkarru (Sulawesi Barat), Mamberob Y. Rumakiek (Papua Barat), Andi Muh. Ihsan (Sulawesi Selatan), dan Aa Oni Suwarman (Jawa Barat).

.

.